2012 Marada Bakal Definitif

Hu’u – Penantian panjang masyarakat atas perubahan statusnya dari Persiapan menjadi Definitif selama hampir satu tahun kayaknya akan terwujud pasalnya di Tahun 2012 mendatang Desa Persiapan Marada Kecamatan Hu’u satatusnya akan berubah menjadi Desa Definitif, rencana perubahan status ini didasari oleh tercovernya Desa Persiapan Marada dalam APBD-Perubahan untuk tahun anggaran 2012 termasuk didalamnya 14 desa yang akan melakukan pilkades, dua desa persiapan lainnya yaitu Desa Persiapan Nanga Kara Kecamatan Pekat dan Desa Persiapan Temba Lae Kecamatan Pajo juga merupakan Desa yang akan didevinitifkan

Demikian yang di sampaikan anggota komisi II DPRD dari partai PKS Abdullah, S.Kel ketika berdialog dengan Masyarakat Marada usai solat jum’at di Masjid Nurul Iman Dusun Tenga Desa Persiapan Marada (07/10/11) kemrain, dalam dialognya dia mengatakan bahwa dalam APBD-Peruhanan tahun anggaran 2012 suda disiapkan anggaran untuk pemilihan kepala Desa sebesar 140 juta rupiah dan masing – masing Desa mendapat jatah 10 juta rupiah, artinya tahun 2012 mendatang 14 Desa akan melakukan pemilihan Kepada Desa termasuk didalamnya Desa Persiapan Marada, itu artinya Desa Marada akan menjadi desa didefinitif.

“Tahun depan 14 Desa akan melakukan pemilihan Kepala Desa termasuk didalamnya Desa Persiapan Marada, harapan saya mulai sekarang benahi semua kekurangan karena itu akan menjadi penilaian termasuk kesiapan infra struktur Kantor Desa, Kesiapan Aparatur pemerintahan Lebih-lebih kesiapan masyarakat itu sendiri, paling telat pelaksnaannya bulan Desember 2012” katanya

Dia melanjutkan, meski sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan, bukan tidak mungkin rencana ini akan di undur sampai waktu yang belum ditentukan dan Desa ini akan menempel pada Desa induk kalau Desa Persiapan ini dinilai belum siap untuk didefinifkan, meski infra struktur kantor Desa sudah siap namun kesiapan aparatur Desa sangat diaharapkan karena menyangkut pelayan terhadap public.

Perubahan satatus ini tentu saja membuat sebagian besar masyarakat Desa Persiapan Marada merasa senang meski disana-sini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi untuk menunjang rencana ini, termasuk ketersediaan air bersih untuk menunjang kebutuhan masyarakat, sayangnya untuk menanggulangi kebutuhan masayarakat akan air besih saat ini belum ada langkah kongrit dari pemerintahan Desa setempat, perkembangan kesejateraan masyarakat dan penataan lingkungan yang bersih dan teraturpun terkesan jalan ditempat itu menandakan adanya indikasi belum adanya kesiapan dari aparatur Desa sendiri untuk melayani masyarakat secara utuh. (op)

Kepsek SDN No. 9 Hu’u Pertanyakan Kendaraan Dinas

Hu’u – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 9 Hu’u, Drs. H. Muhtar Yakub mempertanyakan kendaraan Dinas sebagai kendaraan operasionalnya yang sempat ditarik oleh petugas pemerintah Kabupaten Dompu sekitar tahun 2008 lalu, kendaraan dinas ini ditarik karena dinilai sudah tidak layak lagi untuk dijadikan kendaraan operasional kepala sekolah dan kendraan ini akan diganti dengan kendaraan yang baru, namun sampai saat ini kendaraan dinas baru yang dijanjikan belum datang juga.

Kendaraan dinas ini menurutnya sangat membantu dalam mempermudah segala aktifitanya, mengingat tempat tinggalnya yang sangat jauh dari sekolah, untuk sampai ke Sekolahnya setiap hari dirinya harus menempuh perjalanan mencapi 20 km, belum lagi ketika ada urusan di kantor Dinas Dikpora Kabupaten.

“bagi kami, kendaraan dinas ini sangat membantu dalam mempermudah aktifitas kami, apalagi yang rumahnya jau dari sekolah, segala sesuatunya harus dilaksanakan secara tepat dan efisien, kalau tidak maka banyak waktu yang terbuang percuma”
Namun sejak ditariknya Kendaraan Dinas tersebut membuat semua aktifitasnya terganggun dan serba terlambat, hal ini diakui pak muhtar ketika ditemui Koran pagi sabtu (08/10/11) kemarin, dia mengatakan bahwa segala aktifitasnnya tidak bisa dilaksanakan secara cepat dan efisien mengingat tidak ada fasilitas pendukung yang di berikan, dia pun mempertanyakan kendaraan dinas baru yang dijanjikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu ketika menarik kendaraan Dinas lamanya tiga tahun silam, dia menambahkan setiap hari dirinya terpaksa harus naik ojek ketika berangkat kesekolah.

“aktifitas saya selalu terbatas, sekitar tiga tahun silam kendaraan dinas saya di tarik, karena dinilai sudah tidak layak dan dijanjikan akan diganti dengan kendaraan baru, namun sampai saat ini kendaraan yang dijanjikan itu belm ada, kenapa sampai saat ini kendaraan dinas itu belum diganti” tanyanya. (op)