Ponpes Al-Rasyid gelar Mabin

Hu’u – Selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 04 – 06 Oktober 2011 Yayasan Pendidikan Lodo Persada Nusantara (YPLPN) Pondok Pesantren Al-Rasyid akan menggelar acara Malam Bina Iman dan Taqwa khusus untuk para siswa yang ada di Ponpes Al-Rasyid mulai dari siswa MI, MTS sampai MA bertempat di pondok pesantren Al Rasyid Desa Sawe Kecamatan Hu’u, kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan saat ini sudah masuk ke tahun kedua, selain itu, kegiatan ini merupakan program unggulan yang ditawarkan Pondok Pesantren Al-Rasyid untuk meningkatkan nilai tawarnya kepada masyarakat umum sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan menjadikan sekolah ini berbeda dengan yang lain.

Meski dalam perjalanannya, setelah didirikan sekitar tahun 2002 lalu, Ponpes ini kerapkali menemui berbagai macam masalah, terutama berkaitan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini, namun dengan berbagai macam program unggulan seperti yang sedang dilaksanakan saat ini membuat sekolah ini menjadi sekolah yang termasuk difavoritkan di kecamatan Hu’u

“dulu kami harus mendatangi rumah warga satu persatu untuk mendaftarkan ankanya masuk kesekolah ini, namun dengan program Bina Iman dan Taqwa ini, kami malah kelebihan siswa, dan saat ini ada dua kelas gemuk” demikian yang diungkapkan Ketua Yayasan Jurjis, S.Pdi ketika ditemui diponpes kemarin malam (04/10/2011).

Selain meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan Siswa Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa serta merubah watak, perilaku, dan akhlak para siswa yang berada di Pondok Pesantren Al-Rasyid ini menjadi lebih baik lagi, hal ini diungkapkan ketua Yayasan Pendidikan Lodo Persada Nusantara (YPLPN) Jurjis, S.Pdi ketika ditemui Koran Pagi di sela-sela kegiatan (04/10/2011) malam kemarin, dia melanjutkan selama kegiatan berlangsung semua siswa harus mengikuti semua kegiatan sehingga mengharuskan mereka untuk menginap di sekolah mengingat jadwal kegiatan yang begitu padat. “Siswa di wajibkan untuk menginap di sekolah karena jadwal kegiatan yang begitu padat, waktu istirahatnya hanya saat solat dan tidur”
Selama tiga hari pelaksaannya, berbagai macam kegiatan bernuansa keagamaan sudah dijadwalkan, mulai dari malam pertama kegiatan setelah pembukaan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan solat berjamaah dan kegiatan ceramah yang diisi oleh beberapa siswa dan para ustat ¬¬¬¬sampai memasuki waktu istirahat, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan dini hari yang diawali dengan persiapan solat tahajjud dan dilanjutkan dengan berbagai macam kegiatan keagamaan dengan jadwal yang sangat padat sampai istirahat malam, demikian seterusnya sampai hari terakhir. Untuk kegiatan belajar mengajar dipagi hari ditiadakan karena akan focus pada kegiatan yang sedang dilaksanakan sekarang, namun setelah kegiatan ini berakhir proses belajar mengajar akan berjalan sepertia biasanya

Sebelum kegiatan ini dilaksanakan pihak pondok pesantren sudah bersurat kepada wali murid untuk meminta ijin terkait pelaksanaan kegiatan dimaksud, ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman antara wali murid dan pihak pengelola pesantren mengingat kegiatan ini mengharuskan siswanya untuk nginap di sekolah, namun bila ada wali murid yang keberatan, pihak pesantren akan mendatanginya dan memberikan pemahaman terhadap wali murid tersebut. “kami sudah minta iji, kalau ada wali murid yang keberatan anaknya menginap di pesantren kami datangi dan berikan penjelasan”

Dalam pelaksanaannya, seluruh biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan ini ditanggung oleh pihak Yayasan, hanya beras yang dibebankan kepada siswa untuk meringankan beban yayasan. (op)

Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kunjungi SLI dan Berdialog dengan Petani

Hu’u – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Dompu Ir Ruslan selasa (04/10/2011) kemarin melakukan kunjungan lapangan memantau pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan Bidang Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) di P3A Sonco Lopi Desa Sawe Kecamatan Hu’u, Kehadiran Kepala Dinas yang mendadak tersebut disambut hangat dan antusias oleh semua anggota P3A yang hadir saat itu, tanpa canggung iapun langsung berbaur dengan Anggota P3A yang sedang mengikuti Sekolah Lapang Iklim tersebut, dalam kunjungannya Kepala Dinas menyempatkan diri berdialog dengan anggota P3A sebelum menutup secara resmi kegiatan SLI tersebut.

Diapun mengaku senang bisa silaturahmi dan berhadapan langsung dengan petani, Dalam dialognya Dae Mpeo sapaan akrabnya mengaku akan mengakomodir semua permasalahan yang dihadapi petani saat ini termasuk permintaan bantuan bibit, bantuan mesin traktor, pompa air dan perbaikan jaringan yang memang sangat dibutuhkan oleh petani saat ini, namun semua itu harus melalui prosedur yang sudah ditentukan. “saya sangat senang ditempat ini bisa bertemu dan berdiskusi dengan bapak dan ibu, dan insya allah semua yang menjadi keluhan dan kebutuhan bapak-bapak akan kami akomodir, kalau tidak sekarang mungkin di tahun depan” katanya
Dihadapan Kadis Pertanian, beberapa petani menyampaikan keluhan mereka akan sulitnya mengairi lahan karena tidak tersedianya jaringan irigasi yang baik, merekapun mengangku memeiliki beberapa dam namun semua dam yang ada keadaanya rusak parah dan tidak memiliki jaringan irigasi, selain kebutuhan jaringan, petani meminta kepada kadis Pertanian agar diberikan bantuan mesin traktor karena petani sawe sangat kesulitan untuk mendapatkan mesin traktor ketika ingin menanam padi di sawah mereka.

“kami butuh sarana pertanian yang baik untuk mendukung kegiatan kami, seperti jaringan irigasi, mesin traktor dan mesin pompa air, kalau tidak ada itu maka kami tidak bisa bercocok tanam dengan baik, termasuk untuk mendukung program Pijar pemerintah” demikian diuangkapkan A. Talib Bakar Salah seorang anggota P3A Sonco Lopi.

Menanggapi hal tersebut Kadis Pertanian yang saat itu berada di tengah-tengah anggota P3A mengku siap membantu, hanya saja dia meminta kepada semua petani agar memaklumi jika bantuan yang diberikan pemerintah nanti tidak mencukupi sesuai dengan yang dibutuhkan petani, artinya kekuranganya sekiranya bisa dipenuhi oleh petani itu sendiri, dia melanjutkan agar kelompok tani yang ingin mendapatkan bantuan agar segera membuat proposal dan membawanya ke kantor
“saya siap membantu, namun harap maklum jika yang diberikan tidak semuanya terpenuhi karena kebutuhan petani di Dompu hampir sama dan semuanya ingin dilayani, silahkan buat proposal permohonan bantuan lalu bawa kekantor, kalau tidak serahkan kepada kepala UPTD Dinas Pertanian tanaman Pangan Kecamatan Hu’u, atau petugas dari Dinas Pertanian yang lain” dan disambut tepuk tangan meriah dari anggota P3A.
Setelah puas berdialog dengan petani, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Dompu, secara resmi menutup kegiatan Sekolah Lapang Iklim yang dilakukan di P3A Sonco Lopi Desa Sawe Kecamatan Hu’u, dan didampingi Panitia Kegiatan SLI melanjutkan kunjungan lapangannya Kelompok Tani lain di Kecamatan Hu’u.(op)