Peringati Kesaktian Pancasila dengan Jelajahi Tempat Bersejarah.

Hu’u – Berbagai macam kegiatan dilakukan untuk memperingati hari kaesaktian pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober lalu, mulai dari yang biasa seperti upacara bendera yang biasa dilakukan pegawai pemerintahan dan anak sekolah layaknya pada hari besar nasional lainnya, hingga kegiatan-kegiatan yang bernuansa ekstrim seperti mendaki gunung dan sejenisnya sebagaimana yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang ada di kecamatan Hu’u.

kelompok anak muda yang bernaung dibawah bendera pramuka dari SMAN 1 Hu’u, SMKN 1 Hu’u, Karangtaruna Doro Tune Desa Marada, dan Koran Pagi tepat tanggal 1 Oktober 2011 kemarin melakukan pendakian menaklukkan Sulitnya medan yang dilalui untuk mencapai puncank gunung kawawo dan gunung puma yang berada di wilayah Desa Hu’u Kecamatan Hu’u.

Meski tidak setinggi dan sejauh gunung Rinjani dan Tambora, namun pendakian yang menghabiskan waktu sekitar 4 jam lebih ini cukup memacu adrenalin peserta pendaki kerena medan yang dilalui terbilang berbahaya, namun hal itu jelas tidak menyurutkan semangat para anak muda ini untuk terus melanjutkan perjalanannya, namun beberapa diantara mereka mengaku kewalahan dan kapok untuk melakukannya lagi.
“saya pernah dua kali mendaki Gunung Rinjani dan dua kali mendaki Gunung Tambora, tapi tidak pernah menemukan medan yang seperti ini, padahal pendakian kita baru mencapai jarak 100 meter, bagaimana kalau sudah sampai puncak” demikian diucapkan Lilis Suryani salah seorang siswi SMAN 1 Hu’u ketika ditemui Koran Pagi saat istirahat disela-sela perjalanan.

Hal yang sama diucapkan Susi, ketika merasa kewalahan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 100 meter, dia mengaku kapok untuk melakukannya untuk kedua kalinya “saya pastikan ini yang pertama dan terakhir saya mendaki gunung ini”
Berbeda dengan Syahrul, guru dan juga ketua Karangtaruna Doro Tune Desa Marada ini mengaku senang bisa mendaki gunung puma apalagi bisa menjadi penunjuk jalan, padahal dia sudah dau kali mendaki gunung puma dan dalam waktu dekat akan mendaki lagi dengan beberapa siswanya. “insya allah dalam waktu dekat saya kembali lagi dengan siswa saya”.

Puncak Gunung kawawo dan puma memang tidak begitu terkenal dan setinggi gunung rinjani dan tambora atau gunung lain yang sering ditaklukkan oleh pendaki, namun pendakian gunung ini bukan hanya sekedar mendaki disamping pemandangannya yang menarik dan menyejukkan lebih dari itu kelompok anak muda ini melakukan penjelajahan terhadap beberapa tempat bersejarah yang konon dipercaya merupakan peninggalan nenek moyang kita dulu yang saat ini hampir dilupakan oleh sebagian masyarakat Hu’u dan perlu di lestarikan kembali.
Dipuncak Puma sendiri terdapat beberapa tempat bersejarah yang dipercaya merupakan peninggalan dari orang-orang terdahulu, mulai dari gubuk (salaja) meski mungkin sudah beberapa kali diperbaiki oleh beberapa orang yang sekedar singgah dan saat ini sudah reot, air yang mengalir dari pancuran, wadu kajuji, rade mbolo sampai wawo sigi semua itu merupakan tempat-tempat yang harus dijaga dan dilestarikan sebagai bukti bahwa di Hu’u terdapat peradaban yang sebelumnya pernah merajai daerah ini.

Dalam waktu dekat, sekelompok anak muda ini rencananya akan melakukan penjelajahan ke beberapa tempat bersejarah lainnya yang ada di kecamatan hu’u yang belum banyak di ketahui oleh masayarakat hu’u sendiri lebih-lebih masyarakat kabupaten Dompu, tujuannya untuk mengetahui lebih banyak tentang budaya dan sejarah lokal yang pernah ada di Kecamatan hu’u, lalu kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui media cetak dan online. Ada yang berminat…? (op)


Fit-X VS Honda Beat
Hu’u – Sebuah Tabrakan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Hu’u, insiden ini terjadi di jalan Lintas Lakey Desa Adu sekitar pukul 08.30 wita (04/10/2011) kemarin saat kondisi jalan sedang sibuk, kecelakaan ini terbilang keras, karena kondisi masing – masing kendaraan rusak parah, tak tanggung-tanggung, bagian depan kendaraan hancur berkeping-keping, bahkan feleg kendaraan remuk dan sok depan patah, mesin salah satu sepeda motorpun pecah, untungnya kedua pengemudi masih bisa selamat, oleh warga setempat kedua pengemudi langsung dilarikan ke Puskesamas Rasabou

Mendengar informasi ini, Saat itu juga petugas kepolisian Polsek Hu’u langsung terjun ke TKP, dan langsung membawa kedua sepeda motor ke mapolres Dompu
Menurut saski mata, insiden ini terjadi ketika sepeda motor merek fit-X Nomor polisi EA 3686 MA yang dikendarai Gunturman (29thn) warga Desa Sawe melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara dan dari arah berlawanan sepeda motor Honda Beat dengan Nopol EA 2883 MA yang dikendarai jaenudin (20thn) warga adu tiba-tiba berbalik arah tanpa memperhatikan keadaan disekeliling, honda fit x yang berkecapatan tinggi tak mampu dikendalikan oleh pengendaranya dan kemudian menghantam Honda beat yang ada didepannya.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini hanyasaja kedua pengemudi mengalami luka yang cukup serius di bagian wajah, tangan dan kaki, namun kerugian materil diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona yang ditemui Koran Pagi untuk dimintai keterangan tidak berada di tempat karena sedang ada rapat dengan Kapolres di Markas Polres Dompu, nemun petugas jaga yang ditemui Koran Pagi membenarkan adanya kecelakaan itu, dan saat itu juga kedua sepeda motor langsung diangkut ke mapolres Dompu untuk diproses. (op)