Isu Selingkuh Makin Hangat
Hu’u – setelah diberitakan di Koran ini edisi sebelumnya, Isu perselingkuhan yang menyeret beberapa nama di kalangan pejabat dan pns di tubuh Dinas Dikpora kecamatan Hu’u justeru menjadi bahan perbincangan dan diskusi kalangan tertentu, termasuk para guru dan masyarakat biasa, nama wartwan Koran Pagipun mendadak terkenal bak selebritis yang sedang naik daun, rupanya isu ini berhasil menyita perhatian beberpa kalangan, bahkan beberapa diantara mereka dibuat tidak bisa tidur. Sebelumnya isu yang sama sempat menjadi bahan diskusi pada sebuah seminar pendidkan yang diadakan mahasiswa Hu’u – Makasar di aula kantor kecamatan Hu’u, seorang peserta seminar RH (27) sempat nyeletuk dengan ucapan “kita tidak perlu terlalu ber-retorika tentang dunia pendidikan, lakukan dulu pembinaan kepada beberapa kepsek yang terlibat perselingkuhan, karena itu akan mencoreng dunia pendidikan kita”
Reaksi ketakutan yang berlebihan-pun ditunjukan beberapa pejabat Dinas Dikpora Kecamatan Hu’u yang ditengarai merupakan oknum pelaku perselingkuhan layaknya orang yang sedang kebakaran jenggot hingga akhiranya Koran Pagi-pun mendengar isu beberapa oknum tersebut berniat melaporkan Camat Hu’u M. Yasin S.Sos.MM ke Polisi terkait steitmentnya seperti yang dilansir Koran ini edisi sebelumnya.
Bukan hanya itu, wartawan Koran pagipun sempat diisukan akan dilaporkan kepolisi oleh oknum tertentu atas pemberitaan yang dimuat Koran pagi sebelumnya, kabarnya isu ini sengaja dihendus-henduskan untuk menakut-nakuti wartawan Koran pagi, lalu benarkah laporan terhadap wartawan ini sudah masuk ke meja kepolisian? Tuduhan apa yang menjadi dasar laporan tersebut? Dan bagaimanakah tanggapan masyarakat, beberapa guru dan kepala sekolah termasuk pengawas terkait isu lapor-melapor polisi ini?
Dari hasil diskusi ringan Koran Pagi dengan beberapa Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama beberapa hari terakhir ini, tentu saja di tempat berbeda dan waktu yang berbeda pula kebanyakan dari mereka mengatakan hal yang hampir sama bahwa niat beberapa oknum yang ingin melaporkan wartawan Koran Pagi dan Camat Hu’u ke polisi merupakan keputusan dan tindakan yang keliru sebab dengan demikian secara tidak langsung mereka menunjukan kepada masyarakat bahwa benar mereka melakukan perselingkuhan, “kenapa harus lapor polisi kalau tidak berbuat” demikian ungkap seorang guru
Beberapa kepala sekolahpun mengatakan hal yang sama, malah lebih jau meminta kepada Koran Pagi untuk terus mengupas tuntas isu perselingkunan ini. “saya dukung, isu perselingkuhan ini harus diusut tuntas, ulah mereka merusak moral dan citra guru, kalau betul mereka lapor polisi, maka saya berada di pihak kalian” demikian ungkap salah seorang Kepala Sekolah Dasar yang memang sudah risih dengan ulah beberapa oknum tersebut ketika ditemui Koran pagi dirumahnya beberapa waktu lalu.
Hal yang sama diungkapkan seorang pengawas SD ketiak ditemui Koran pagi dirumahnya beberapa waktu lalu, dia mengatakan "untuk apa tersinggung, apalagi sampai lapor polisi, itu tindakan yang keliru, intropeksi diri sedikit mungkin ini peringatan buat mereka supaya bisa mengurangi intensitas perbuatan mereka”
Namun untuk memastikan benar atau tidaknya isu yang beredar tersebut, hari Minggu (25/09/2011) kemarin Koran pagi secara resmi mendatangi kantor Kepolisian Sektor (polsek) Hu’u, Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona yang ditemui Koran Pagi mengatakan samapai saat ini (25/09) belum menerima laporan tersebut, “sampai sekarang beluma ada laporan yang masuk” katanya.
Lalu benarkah isu tersebut sengaja diendus-enduskan hanya untuk menakut-nakuti? Malah banyak kalangan yang menilai bahwa penyebaran isu tersebut hanyalah gertak sambal yang sengaja disebarkan dengan niat menakut-nakuti. (op)
2.150 Hektar Lahan Disiapkan
Hu’u – Sedikitnya 2 ribu lebih hektar lahan kering, lahan tidur dan lahan tadah hujan yang ada di kecamatan Hu’u disiapkan untuk mendukung program Pijar dan tersebar di seluruh Desa, rencananya, lahan ini disiapkan untuk menanam jagung dimusim tanam tahum 2012 mendatang. Hal ini disampaikan Camat Hu’u M. Yasin, S.Sos.MM ketika memimpin rapat persiapan pemantapan lahan untuk mendukunng program pijar untuk penanaman jagung di aula Kantor Kecamatan Hu’u minggu (24/09/2011) kemarin.
Rapat yang Dihadiri oleh Ketua SATLAK Kabupaten Dompu, Pejabat Kantor KP3, Unsur Muspika Kecamatan Hu’u, Kepala Desa se-Kecamatan Hu’u, BPP, KCD, seluruh PPL, Distributor dan Penyalur Pupuk yang ada di Kecamatan Hu’u ini membahas tentang pemantapan lokasi yang akan dijadikan lokasi untuk menanam jagung musim tanam 2012 mendatang, selain itu oreantasinya adalah bagaimana caranya kedepan bisa mengatasi kebutuhan petani berupa sarana dan prasaran pendukung termasuk keterseidaan air.
“insya Allah kami sudah siapakan lahan sekitar 2.150 Ha untuk menanam jagung untuk mendukung program pijar pada musim tanam tahun 2012 mendatang” demikian yang diungkapakan pak Yasin ketika ditemui Koran pagi durmahnya (25/09/2011) kemarin.
Dia melanjutkna, bahwa dirinya optimis kalau program ini akan berhasil, mengingat antusias masyarakat yang sangat besar apalagi untuk menanam jagung tidak membutuhkan biaya yang besar. Lebih lanjut ia mengaku bangga dan bersyukur dengan adanya program pijar ini, karena program ini sudah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “saya optimis, karena dengan hasil jagung petani kita sudah dapat mengantongi uang puluhan juta rupiah”
Meski demikian, dirinya mengaku bahwa ada beberapa kendala yang sering dihadapi petani dalam hal penanaman jagung, salah satunya adaah ketersediaan air, saat ini ketersediaan air untuk mengairi lahan petani di kecamatan Hu’u sangat terbatas sehingga membuat tanaman jagung menjadi kerdil, dia berharap kepada pejabat yang berwenang untuk dapat membantu sehingga petani bisa mendapakan air termasuk mendukung rencana pembangunan Dam Kalate sandundu. “Kalau Dam Kalate Sadudndu sudah dibangun, maka kesejahteraan masyarakat Hu’u akan terjamin sesuai dengan potensi alam yang dimiliki lebih-lebih animo masyarakat yang sangat tinggi utuk menanam jagung dengan demikian mereka akan hidup dengan lebih baik” (op)
Hu’u Masih Kondusif
Hu’u – Keberadaan PT STM yang saat ini sedang melakukan eksplorasi di Kecamatan Hu’u disambut pro dan kontra oleh masyarakat Kabupaten Dompu, hal ini tentu saja mempengaruhi kondisi keaman disuatu wilayah, apa lagi dengan hadirnya demo tolak tambang yang hampir tiap hari mendatangi halaman depan Gedung Kantor DPRD Dompu, keadaan ini tentu saja akan mempengaruhi kosndisi wilayah tersebut.
Namun keadaan itu tidak mempengaruhi aktifitas masyarakat yang ada di kecamatn Hu’u termasuk aktifitas perusahaan PT STM karena sampai saat ini kondisi keamanan di wilayah kecamatan Hu’u masih terbilang aman dan kondusif, hal ini di akui Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona yang ditemui Koran pagi di ruang kerjanya (25/09/2011) kemarin. Dia mengatakan sapai saat ini wilaya kecamatan hu’u masih aman dan terkendali. “Hu’u masih Kondusif”
Untuk mengantisipasi terjadinya keributan dan hal-hal yang tidak diinginkan yang akhirnya membuat wilayah ini menjadi tidak aman, pihaknya tetap selalu melakukan monitoring terutaman disetiap tempat keramian, dan berkoordinasi dengan tikoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, di kantor PT STM-pun bihaknya selalu menurunkan personilnya untuk bberjaga-jaga sehingga tidak terjadi keributan.
“setiap hari 2 personil dari polsek Hu’u, 2 personil dari polsek Pajo dan 4 personil anggota brimob selalu kami kerahkan untuk menjaga kondisi agar selalu aman dan kondusif”
Ditempat terpisah, Camat Hu’u M. Yasin, S.Sos,MM mengatakan hal yang saman, bahwa keadaan di kecamatan Hu’u sampai saat ini masih aman dan kondusif, diapun mengaku setiap malam selalu melakukan monitoring terhadap perkembangan wilayahnya. “aman terkendali” katanya singkat. (op)
Pelaku Masih Buron
Hu’u – Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang membawa kabur 2 unit sepeda motom milik H. Abakar Erucakra seperti yang telah dilansir Koran ini edisi sebelemunya, sampai saat ini masih menjadi buronan polisi, dari informasi yang berhasil dihimpun Koran pagi, diduga saat ini pelaku masih berada dalam wilayah Kabupaten Dompu, itu artinya kemungkinan besar dalam waktu dekat pelaku akan berhasil dirinkgus bersama barang bukti.
Demikian diungkapkan Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona ketika ditemui Koran Pagi diruang kerjanya (25/09/2011) kemarin, dia mengatakan saat ini pelaku masih menjadi buronan polisi. “dari beberapa informasi yang kami terima, kemungkinan besar pelaku masih berkeliaran di wilayah Kabupaten Dompu, namun pastinya dimana itu belum jelas”.
Namun sampai saat ini pihkanya masih terus melakukan pencarian terhadap pelaku dan terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Dompu, memperketat penjagaan untuk menghindari kaburnya pelaku ke daerah lain yang akhirnya mempersulit pencarian. (op)
0 Komentar