UPTD dan Puskewan tetap Melakukan Faksin
Hu’u – Kesadaran masyarakat akan pentingnya faksinasi terhadap hewan ternak dan unggas peliharaannya ternyata masih kurang, pasalnya dari semua desa yang dijadwalkan akan dilakukan faksinasi hewan ternak dan unggas oleh Puskeswan Kecamatan Hu’u, hanya beberapa desa yang sudah siap, hal ini diperparah oleh tindakan oknum aparat Desa yang seolah masa bodoh dengan hal tersebut, buktinya banyak masyarakat pemilik hewan ternak dan unggas yang tidak tahu akan adanya petugas faksinasi dari puskeswan Kecamatn hu’u yang akan turun kelapangan untuk melakukan faksinasi, terlebih saat ini banyak hewan ternak terutama kambing yang sedang terserang penyakit scabies atau gatal-gatal, padahal sebelumnya pihak puskeswan sudah membagikan jadwal faksin kepada setiap Desa,
Kepala Puskeswan Kecamatan Hu’u Muh. Saleh, S.Pt yang ditemui Koran pagi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya sudah membagikan jadwal faksinasi ke semua Desa yang ada di kecamatan Hu’u, namun diapun heran ketika banyak pemilik ternak yang mengaku tidak tahu akan adanya petugas yang akan melakukan faksinasi.
“sebelumnya kami sudah membagikan jadwal faksinasi ke semua Desa yang ada di kecamatan Hu’u, dengan harapan bahwa pemerintah Desa memberitahukan jadwal itu kepada masayarakat agar kiranya pada waktu yang ditentukan semua ternak dikumpulkan di satu tempat untuk dilakukan pemeriksaan dan faksinasi oleh petugas, namun ternyata banyak masyarakat yang mengaku tidak tahu akan jadwal itu, kami heran entah kesadaran masyarakatnya kurang atau memang tidak di beritahukan oleh pemerintah Desa”
Meski demikian pihak puskeswan mengaku berhasil melakukan faksinasi kesemua Desa sesuai jadwal yang ditentukan. Kedepan pihaknya berharap adanya koordinasi yang baik antara pemeintah desa dengan masyarakat setempat ketika mendapatkan jadwan faksinasi sehingga tidak adalagi keluhan masyarakat yang mengatakan bahwa mereka tidak tahu akan adanya faskinasi tersebut. (op)
Puskewan Butuh Dokter dan Fasilitas
Hu’u – Untuk menunjang program Bumi Sejuta Sapi (BSS) beberapa kegiatan telah dilakukan oleh Puskeswan Kecamatan Hu’u antara lain pelayanan langsung ke masyarakat seperti melayani ternak yang akan dilakukan Inseminasi Buatan (IB), Kastrasi (kebiri sapi, kambing), pengobatan terhadapa ternak-ternak yang sakit, melakukan faksinasi ternak besar maupun kecil dan pemberantasan scabies atau penyakit gatal-gatal pada kambing dan ternak lain.
Kegiatan ini telah dilakukan oleh tim dari Puskeswan Kecamatan Hu’u, meski bermodal alat seadanya dan tampa Dokter Hewan, tim yang berjumlah 9 orang terdiri dari 3 orang PNS termasuk Kepala UPTD dan Kepala Puskeswan, 1 orang CPNS, 2 tenaga Honor Dinas dan 3 orang tenaga sukarela ini mampu melayani sekian banyak masyarakat dan ternak yang ada di Kecmatan Hu’u,
Meski deimikan kegiatan ini dinilai kurang maksimal karena tidak didampingi oleh seorang Dokter Hewan yang mampu memberikan diagnosa yang tepat terhadap jenis penyakit yang terdapat pada hewan ternak, ironisnya dokter hewan yang dibutuhkan dilapangan malah ditumpuk di kantor Dinas Peternakan Kabupaten, tidak heran jika sering terjadi kesalahan dagnosa terhadap hewan ternak masyarakat, keberadaan Dokter Hewan sangat dibutuhkan ditingkat lapangan, ketidak adaan Dokter Hewan pun terjadi di Puskeswan Kecamatan Hu’u.
Demikain yang diungkapkan Kepala Puskeswan Kecamatan Hu’u Muh Saleh, S.Pt ketika ditemui Koran pagi (15/10/2011) kemarin, dia mengatakan bahwa pihaknya merasa kesulitan untuk melakukan diagnosa terhadap hewan ternak milik masyarakat, karena personil yang tergabung dalam tim itu tidak ada yang bergelas Dokter Hewan.
“kalau kami salah melakukan diagnosa terhadap hewan ternak milik warga, siapa yang akan bertanggung jawab, kesalahan diagnosa bisa saja terjadi karena kami bukan Dokter, Dokter Hewan yang seharunya berada dilapangan kenapa ditumpuk di Kantor Dinas? kami butuh Dokter Hewan untuk membantu tugas kami”
Penempatan petugas Dokter Hewan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Dompu pun ditengarai tidak merata, dibeberapa Kecamatan Puskeswannya di pimpin oleh Seorang bergelar Dokter Hewan, namun dibeberapa Kecamatan lain malah tidak terdapat Dokter Hewan, hal ini tentusaja tidak sejalan dengan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) dan Sapi Jagung Rumput Laut (PIJAR) yang saat ini sedang genjar di kampanyekan oleh pemerintah, kondisi ini diperparah dengan ditariknya beberapa Dokter Hewan dari Puskeswan Ke Kantor Dinas Peternakan Kabupaten, padahal para Dokter ini sudah di SK-kan Oleh Bupati Dompu untuk ditempatkan ke Puskeswan-Puskeswan yang ada di seluh Kecamatan.
Selain itu Puskeswa Kecamatan Hu’u juga butuh fasilitas penunjang untuk kelancaran kegiatan pelayan mereka terhadap masyarakat di lapangan, seperti kendaraan roda dua untuk operasional dilapangan, Komputer untuk membuat laporan dan administrasi lainnya dan peralatan Laboratorium Puskeswan untuk melakukan pemeriksaan. Selama ini, petugas puskeswan melakukan kegiatan mereka dengan menggunakan fasilitas pribadi dan seadanya, sehingga pelayanan terhadap masyarakat kurang maksimal. (op)
0 Komentar